Tanggal 3 Februari 2008, dapat dicatat sebagai suatu langkah maju bagi para alumni SMP 30 Jakarta. Pada hari Minggu siang itu, berkumpul 19 orang alumni SMP 30 Jakarta di rumah rekan pasangan alumni Bahriawan Anis (One – 31) dan Ira Yuliasti (32) , di Jl. Solor Blok D No. 77, Kompleks TNI-AL, Jati Bening Indah, Bekasi.

Acara utama disamping kangen-kangenan adalah rencana untuk membuat wadah bagi para alumni angkatan 78/79, yang selama ini kegiatannya tidak ditampung di dalam suatu wadah resmi. Karenanya secara khusus, rekan Rosdiana (Oci – 35) datang tidak hanya sededar sebagai alumni, tetapi juga sebagai notaris untuk menjelaskan segala sesuatunya dari segi legal.

Alternatif yang ditawarkan oleh Oci untuk mewadahi ada dua, yaitu perseroan dan yayasan. Perseroan, dikatakan lebih berorientasi profit dan lebih leluasa. Sedangkan Yayasan, berorientasi lebih ke sosial, karena lingkupnya dibatasi hanya pada sosial, pendidikan dan keagamaan saja. Juga dijelaskan oleh Oci, bahwa salah satu usulan untuk mewadahi dalam bentuk koperasi, selain lebih panjang prosedurnya juga akan membutuhkan biaya lebih besar.

Setelah diskusi dan tanya-jawab cukup lama, diputuskan untuk membentuk suatu yayasan yang namanya masih akan dicari, dengan batas waktu hari Rabu, tanggl 9 Februari 2008. Secara aklamasi disepakati oleh yang hadir, Ketua yayasan adalah dr. Ichsan (Ichan – 33). Sekretaris dan Bendahara yayasan masing-masing oleh Galuh Sayemprobo (31) dan Iwan Anis (31). Pendiri yayasan terdiri dari 19 orang yang ada di daftar hadir, dengan kekayaan yang disisihkan sebesar 10 juta rupiah.
Selamat kepada para pengurus yang baru diangkat, kepada mereka tugas untuk mendirikan yayasan ini akan digantungkan.

1. Usulan nama yayasan ditunggu oleh Galuh sampai Rabu, 9 Fabruari 2008.

2. Setelah mendapat nama (sebaiknya dengan alternatifnya) akan diserahkan kepada Oci untuk dapat dibuatkan aktanya. Biaya pembuatan akta merupakan sumbangan dari Oci. Terima kasih Oci, semoga amal salehnya menjadi amal jariah yang mendapat ganjaran berlipat ganda.

3. Setelah selesai, akta dari Oci akan diserahkan kepada pengurus untuk dibuatkan surat keterangan domisili dan NPWP. Atas kebaikan Galuh, domisili yayasan numpang di Kayu Putih (?), Kelapa Gading. Terima kasih Galuh, semoga amal salehnya menjadi amal jariah yang mendapat ganjaran berlipat ganda. Biaya surat keterangan domisili dan NPWP ditanggung oleh yayasan.

4. Surat keterangan domisili dan NPWP akan diserahkan kembali kepada Oci untuk dimintakan pengesahan DepHukHAM yang nantinya akan menjadikan yayasan ini resmi berdiri.

5. Dengan resminya yayasan berdiri, maka yayasan akan membuka rekening di bank (satu atau lebih), salah satunya Bank Mandiri, dimana Iwan Anis bekerja. Terima kasih Iwan, semoga amal shalehnya diganjar berlipat ganda.

Mudah-mudahan segala upaya kita ini menjadi amal shaleh sebagai tabungan kita semua kelak di hari kemudian. Amin.