m_5.gif  Ternyata, banyak istilah perbankan dan keuangan yang lazim kita dengar, berasal dari bahasa Arab yang banyak digunakan dalam sistem perdagangan dan perekonomian Islam ribuan tahun lalu.

CEK; Berasal dari kata sukuk atau terjemahan bebasnya, bukti penitipan uang hasil penjualan. Memang kala itu sejumlah pedagang kerap menitipkan uang hasil dagangan mereka yang terlalu repot dan riskan untuk dibawa-bawa. Sukuk kerap hanya disebut dengan singkatan sak. Nah, saat Bani Fatimiyah II berkuasa di Sisilia, Italia, istilah sak biasa disebut cheque dan dalam bahasa Inggris menjadi check.

KREDIT; Meminjam dalam bahasa Arab adalah qard. Kegiatan ini biasa dilakukan pada pedagang yang harus membeli barang dagangan lebih banyak dari uang yang mereka bawa. Di Italia, qard berubah sebutan menjadi credo. Dalam bahasa Inggris, credit.

SAHAM; Umumnya, untuk membiayai bisnis dibuatlah perkongsian, yang dalam bahasa Arab disebut syarikah. Pelaku perkongsian disebut syari, berasal dari kata syaredan atau sharing dalam bahasa Inggris.

Menurut Aidil Akbar, MBA. RFC, Pakar Ekonomi Mikro dan Keluarga Syariah dan Chairman IARFC, semua transaksi perbankan syariah berdasarkan pada kontrak atau akad/ aqd. Berikut sejumlah kontrak yang lazim.

MUDHARABAH; kontrak investor dan pengusaha. Investor menyediakan modal bagi mudharib untuk membiayai bisnis. Mudharib memiliki keahlian manajemen dan bertanggung jawab atas manajemen harian dan berhak atas management fee dari profit. Keuntungan dibayarkan kepada investor yang juga menanggung kerugian.

MURABAHAH; kontrak jual beli dengan keuntungan. Bank syariah membeli aset dari vendor lalu menjual kepada nasabah dengan harga yang lebih tinggi, sebagai konsekuensi keuntungan bank yang pembayarannya dicicil sesuai kesepakatan. Nasabah harus menyediakan aset sebagai jaminan selama periode pembayaran.

MUSHAKARAH; kontrak bagi hasil. Dua orang atau lebih terlibat dalam penyediaan modal. Keuntungan dan kerugian dibagi sesuai dengan porsi investasi.

IJARAH; kontrak sewa dan sewa milik. Perjanjian sewa ini memberikan hak kepada penyewa untuk menggunakan barang yang disewa dengan imbalan uang sewa. Setelah masa sewa selesai, barang dikembalikan kepada pemiliknya atau dapat dibeli penyewa.

(dicopy dari Majalah Reader’s Digest Indonesia, edisi Februari 2008, hal 39)