dr__patient_07.gif  Ruang tanya jawab tentang kebugaran, perawatan dan pencegahan ini digunakan sebagai forum tanya jawab permasalahan sebelum sakit. Kalau sudah terlanjur sakit, pakai halaman sebelah.


6 Responses to “Bugar, Rawat dan Cegah”

  1. Ichan Says:

    Waspada Demam Berdarah Dengue.

    Saat ini Jakarta terus diguyur hujan, air tergenang dimana2 selain bahaya penyakit saluran pencernaan seperti Diare, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin mengancam . Genangan air disekitar rumah terutama ditempat-tempat yang tidak dapat dijangkau untuk dibersihkan dapat menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebar Virus Dengue. Oleh karena itu kewaspadaan dini dengan gerakan 3 M ( Menguras, Menutup dan Mengubur) tempat2 yang dapat dijadikan sarang nyamuk akan sangat efektif menekan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti sehingga penyebaran Virus Dengue dapat dicegah.
    Prinsip pencegahan penyakit DBD adalah “JANGAN DIGIGIT NYAMUK” khususnya nyamuk Aedes Aegypti, karena hanya melalui gigitan nyamuklah penyakit DBD menjangkiti seseorang.
    Untuk 3-4 bulan kedepan penyakit dengan gejala demam perlu diwaspadai suatu DBD, masa 4 hari pertama demam harus diawasi dengan ketat.
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan :
    1. Dua hari pertama demam dapat dilakukan pengobatan sendiri dengan mengkonsumsi obat penurun panas dan minum yang banyak ( 2 – 3 Liter) air perhari.
    2. Pada hari ke 3, baik masih demam atau sudah tidak ada demam, lakukan pemeriksaan darah ( Haemoglobin, Hematokrit, Leukosit dan Trombosit), konsultasikan hasil pemeriksaan tersebut kepada dokter.
    3. Jika hasil pemeriksaan laboratorium tersebut masih normal maka keesokan harinya (hari ke 4 demam), lakukan kembali pemeriksaan darah ulang. Jika hasil pemeriksaan darah pada hari ke4 masih normal kemungkinan bukan DBD,. Jika ada kenaikan nilai Hb ( Haemoglobin) dan Ht (Hematokrit) serta penurunan nilai Trombosit perlu dicurigai suatu DBD.
    4. Sebaiknya penderita diobservasi (dirawat) di RS jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan PENINGKATAN Nilai HEMOGLOBIN dan HEMATOKRIT serta PENURUNAN nilai TROMBOSIT dari batas nilai normal. Penurunan nilai Trombosit dapat memicu terjadinya perdarahan.
    5. Pada dasarnya belum ada obat untuk penyakit DBD, pengobatan hanya bersifat simptomatik dan supportif untuk mencegah penderita jatuh kedalam keadaan Syok yang dapat menyebabkan kematian. Banyak upaya dilakukan untuk menaikkan jumlah Trombosit dalam darah, salah satunya adalah minum jus jambu merah. Hasil penelitian terakhir jus jambu merah ini memang bermanfaat untuk menaikkan jumlah Trombosit, karena didalam biji jambu tersebut terdaoat zat yang meningkat funsi haemopoetik (pembuatan sel darah).
    6. Pasien biasanya dipulangkan jika tidak ada demam dan dalam 2 hari berturut-turut terjadi peningkatan jumlah Trombosit, penurunan Nilai Haemoglobin dan Hematokrit.

    Semoga Tips ini bermanfaat untuk mencegah terjangkit DBD dan dapat mengantisipasi dengan baik dan benar jika terjangkit DBD sehingga tidak jatuh kedalam kondisi yang buruk.


  2. Pak dokter Ichan,
    Saya dua kali kena DBD. Semoga cukup dua kali saja.
    Waktu kali pertama, kalau tidak salah ingat, dokter yang merawat sempat menyinggung bahwa virus DBD ada 4 variant (A, B, C dan D misalnya). Kalau sudah pernah sakit karena A, maka kita akan kebal dan kalau digigit nyamuk yang membawa virus variant A kita tidak akan terjangkit lagi. Waktu kena yang kedua, saya mikir, wah ini variant yang lain lagi. Apa betul begitu? Atau saya salah ingat.
    Jika darah saya kebal terhadap 2 variant, apakah dengan transfusi darah ke orang lain dapat membuat orang tersebut juga menjadi kebal terhadap 2 variant tersebut? Harusnya ada imunisasi DBD ya dok.
    Ma’af dok pertanyaan agak lucu. Maklum awam.
    Terima kasih.
    Wassalam,
    Nurwan – 35

  3. Ichan Says:

    Waalaikum salam wrwb.

    Sebelumnya mohon maaf baru bisa jawab konsulnya, kemarin sudah dbuka blognya tapi nggak kelihatan.
    Mengenai DBD betul ada variant virus dengue, seseorang yang terkena infeksi virus Dengue untuk pertama kali biasanya tidak menimbulkan gejala penyakit. Penyakit baru timbul setelah terinfeksi ulang, baik oleh variant yang sama atau berbeda. Untuk penyakit virus yang selalu muncul variant baru biasanya sulit dibuat vaksin untuk imunisasi. Oleh karena itu orang dapat berulang kali terkena DBD. Yang jadi masalah adalah DBD TIDAK ADA OBAT-NYA. Penderita penyakit ini biasanya sembuh sendiri, pengobatan hanya bersifat supportif dalam rangka mencegah penderita jatuh kedalam kondisi yang lebih buruk yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSS). Kalau sudah jatuh kedalam kondisi tersebut chansnya 50:50. Kematian pada DBD hanya terjadi jika pasien jatuh dalam kondisi DSS.
    Jadi yang terbaik adalah pencegahan, yang pasti paling efektif adalah mencegah JANGAN DIGIGIT NYAMUK (khususnya nyamuk Aedes Aegypty).
    Mudah2an bisa terjawab pertanyaannya.
    Wassalam,
    Ichan.

  4. Nurwan Says:

    Memang pencegahan yang paling efektif “JANGAN DIGIGIT NYAMUK” khususnya antara pagi sampai sore yang konon waktu laper-laper-nya nyamuk Aedes Aegypty ini.
    Temen kita Abdul Rizal 3-5 menurut info dari istrinya baru kena DBD. Digigitnya (katanya) waktu lagi maen ke Priok. Sebelumnya anaknya Iwan Anis juga sempat kena DBD. Hati-hati dengan nyamuk !

  5. Fitri Wulandari Says:

    berapa nila Hemoglobin, hematokrit dan trombosit yg bisa menjadi indikasi dengue? terima kasih

  6. Moh. Ichsan Says:

    Buat Fitri Wulandari.
    Maaf agak telat menjawabnya pada penderita DBD biasanya terjadi kenaikan nilai Haemoglobin (Hb)dan Hematokrit (Ht) dan penurunan Trombosit. Nilai Hematokrit yang naik diatas 30% dari nilai awal atau > 47 yang diikuti juga kenaikan Hb diatas 17 dengan riwayat demam 4-6 hari disertai dengan Nilai trombosit dibawah 100.000 perlu diwaspadai suatu DBD.
    Biasanya juga akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan Anti Body Dengue (IgG dan IgM Dengue)yang positif menyatakan bahwa pasien terinfeksi Virus Dengue.
    Jika ada indikasi kearah nilai2 tersebut maka pasien harus dirawat untuk monitoring nilai terjadinya hemokonsentrasi ( ditandai dengan semakin meningkatnya Hb dan Ht) dan pemberian cairan untuk mencegah pasien jangan sampai jatuh kedalam kondisi Shock, yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSS). Kalau sampai terjadi masuk ke stadium DSS sangat berbahaya dpat menimbulkan kematian.Fase Shock ini berlangsung selama 2 x 24 jam, jika berhasil penanganan pada fase ini biasanya pasien akan sembuh, namun jika kondisi semakin buruk kemungkinan kematian semakin besar.
    Demikian semoga informasi ini berguna bagi teman2 sekalian.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s